Terapi Pengobatan Disfungsi Ereksi

Penanganan disfungsi ereksi tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya. Penangannan disfungsi ereksi melibatkan keikutsertaan pasangan suami-istri. Karena gaya hidup sangat berperan, maka modifikasi gaya hidup sangat berperan dalam penatalaksanaannya. Pria yang mengalami disfungsi ereksi harap mengurangi konsumsi rokok, menghindari kegemukan, dan meningkatkan aktivitas fisik. Kadang diperlukan terapi psikoseksual untuk mengatasi penyebab psikogenik seperti kecemasan dan depresi.

disfungsi ereksi

Bila diperlukan penanganan farmakologi dan bedah, maka terdapat 3 lini terapi yang dibagi menjadi :

1. Terapi lini pertama yang meliputi obat penghambat phosopodiesterase 5 (PDE 5); farmakologi topikal; dan vacuum constriction devices (VCD). Penghambatan PDE 5 akan menyebabakn peningkatkan aliran darah arteri, relaksasi otot polos, dan ereksi penis. Sedangkan farmakologi topikal dapat digunakan pada penderita yang tidak dapat mengkonsumsi obat penghambat PDE 5. Obat topikal dioleskan pada kulit batang penis dan glans penis. Beberapa agen yang biasa digunakan adalah solusio minoksidil, nitrogliserin dan gel papaverin. Sementara penggunaan VCD bertujuan untuk memperbesar penis secara pasif yang kemudian cincin pengikat pada pangkal penis akan mempertahankan darah dalam penis. Namun penggunaan VCD ini dapat menimbulkan efek samping berupa nyeri, sulit ejakulasi, perdarahan bawah kulit (petekie) dan baal.

2. Terapi lini kedua yang terdiri dari suntikan intravernosa dan pemberian alprostadil melalui uretra. Terapi suntikan intrakarvenosa yang digunakan adalah penghambat adrenoreseptor dan prostaglandin. Prinsip kerja obat ini adalah dapat menyebabkan relakasasi otot polos pembuluh darah dan karvenosa yang dapat menyebabkan ereksi. Sementara alprostadil yang dimasukkan melalui uretra (saluran kencing di bagian penis) dikatakan oleh dr. Ponco lebiih baik dibandingkan dengan agen topikal, namun lebih buruk bila dibandingkan dengan agen intrakarvenosa. Pemberian diberikan segera setelah berkemih karena kondisi lembab sehingga meningkatkan penyerapan.

3. Terapi lini ketiga yaitu implantasi prosthesis pada penis. Tindakan ini dipertimbangkan pada kasus gagal terapi medikamentosa atau pada pasien yang menginginkan solusi permanen untuk masalah disfungsi ereksi. Terdapat 2 tipe prosthesis yaitu semirigid dan inflatable. Tindakan ini sudah banyak dilakukan di luar negeri namun di Indonesia belum ada.


=====================================

>>> Kapsul GASA Untuk Kuat Ereksi dan Tahan Lama, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Pengobatan Disfungsi Ereksi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>