Obat Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria mempertahankan ereksi secara konsisten, umumnya disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke penis. Oleh masyarakat awam, gangguan ini lebih dikenal dengan istilah impotensi. Sayangnya, seringkali rasa malu mengalahkan frustasi penderita. Sehingga mereka tidak segera mencari pertolongan.

Penyebab disfungsi ereksi terbagi dalam dua faktor, organik dan non organik. Organik biasanya terkait dengan kelainan dalam organ tubuh. Misalnya, kelainan pada organ penis sendiri, penyakit yang bisa merusak pembuluh darah seperti jantung, kencing manis, darah tinggi, gangguan kolesterol dan obesitas (kegemukan).Gangguan organik lain berpotensi merembetkan faktor resiko disfungsi ereksi seperti gangguan fungsi ginjal, hati dan hormonal.

Sedangkan faktor non organik atau faktor psikologis seperti stres, orang yang pernah menderita stroke, kekecewaan, hilangnya daya tarik terhadap pasangan, trauma seksual, kelelahan, merokok. Dari dua faktor ini, 80 persen kasus muncul akibat faktor organik. Namun sulit membedakan mengingat kedua faktor ini bisa saja berbaur.

Kalangan kedokteran internasional mengenal tiga cara pengobatan disfungsi ereksi:

Cara Pertama Pengobatan Disfungsi Ereksi

Cara pertama adalah melakukan penyuntikan secara entrakavernosa dan pengobatan secara inraurethra yang memasukkan gel ke dalam lubang kencing. Pasien dapat melakukan sendiri cara ini setelah dilatih oleh dokter.

Cara Kedua Pengobatan Disfungsi Ereksi

Cara kedua adalah operasi pemasangan prostesis. Tapi cara ini sudah jarang dilakukan.

Cara Ketiga Pengobatan Disfungsi Ereksi

Tahap ketiga yaitu memberi oral pada pasien. Untuk tahap ini, Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan telah mengizinkan tiga jenis obat yang beredar di Indonesia, masing-masing dikenal dengan jenis obat Sildenafil (viagra), Tadalafil (Cialis) dan Vardenafil (Levitra). Ketiga jenis obat ini merupakan obat untuk menghambat enzim Phosphodiesterase-5 (PDE-5), suatu enzim yang terdapat di organ penis dan berfungsi untuk menyelesaikan ereksi penis.

Ketiga jenis obat ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Sildenafil merupakan preparat erektogenik golongan PDE-5 yang pertama kali ditemukan. Mula kerja Sildenafil antara ½ jam – 1 jam. Sedangkan masa kerjanya berkisar 5-10 jam. Dari segi profilnya, Sildenafil tidak begitu selektif dalam menghambat PDE-5. karena, zat ini ternyata juga menghambat PDE-6, jenis enzim yang letaknya di mata. Kondisi ini menyebabkan penglihatan mata menjadi biru (blue vision). Obat ini juga tidak bisa diminum berbarengan dengan makanan karena absorsi (penyerapannya) akan terganggu jika lambung dalam kondisi penuh.

Vandenafil, lebih selektif dalam menghambat PDE-5 mengingat dosisnya tergolong kecil yaitu antara 10mg-20mg. Mula kerjanya lebih cepat, 10 menit – 1jam, dengan masa kerja 5-10 jam. Keunggulan Vandenafil adalah absorsinya tidak dipengaruhi oleh makanan. Jadi jika Anda ingin melakukan hubungan intim dengan istri setelah candle light dinner, boleh-boleh saja. Kelemahannya, akan terjadi vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah di hidung sehingga menyebabkan hidung tersumbat). Biasanya minum pertama akan menyebabkan pening.

Sedangka Tadalafil, masa kerjanya jauh lebih panjang yaitu 36 jam. Mula kerjanya sekitar 1 jam dan tidak dipengaruhi oleh makanan sehingga absorsinya tidak terganggu. Kekurangannya, obat ini juga menghambat PDE-11 enzim yang letaknya di pinggang sehingga jika mengkonsumsi ini, si pria akan mengalami rasa sakit di pinggang.

Posted in Pengobatan Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pemeriksaan Disfungsi Ereksi

Dalam menangai setiap pasien yang terkena Disfungsi Ereksi, ada beberapa langkah yang biasanya dilakukan Dokter untuk menyelidiki dan menentukan pasien tersebut terkena Disfungsi Ereksi atau tidak, dan seberapa parah tingkat Disfungsi Ereksi yang dialaminya. Apakah Disfungsi Ereksi Ringan, Disfungsi Ereksi Menengah dan Disfungsi Ereksi Berat.

Langkah-langkah yang dilakukan Dokter Dalam Mengidentifikasi Disfungsi Ereksi pada pria atau pemeriksaan Disfungsi Ereksi adalah sebagai berikut:

1. Investigasi Disfungsi Ereksi

Ada tiga penyebab disfungsi ereksi. Pertama, psikis. Ini banyak terjadi pada usia muda yaitu di bawah 40 tahun. Disebabkan oleh stres, masalah pekerjaan, hubungan dengan pasangan sering cekcok, kelainan pada pasangan dan sebagainya.

Kedua adalah fisik. Banyak menimpa pada usia tua atau di atas 40 tahun. Ini mengingat pada usia tersebut biasanya sebagian besar kaum pria sudah mulai mengalami gangguan penyakit seperti lever, diabetes, kolesterol, ginjal, dan sebagainya. Gangguan penyakit tersebut sering muncul pada usia di atas 40 tahun karena pada usia muda, gejala tersebut jarang muncul. Waspadai jika Anda sering pusing, banyak minum, tubuh lemas atau mengantuk.

Ketiga yaitu kombinasi psikis dan fisik. Ini dialami oleh semua kaum pria dari berbagai usia.

2.Interview Disfungsi Ereksi

Interview lengkap melalui sejarah dan kondisi. Di masa modern sekarang, banyak wanita yang karirnya lebih baik dari suami, lebih sukses, lebih pintar memecahkan masalah/persoalan sehingga menyebabkan istri menyepelekan suami. Atau karena pekerjaan yang berat, pola hidup yang tidak sehat seperti merokok atau sering keluar malam.

Jika disfungsi ereksi terjadi secara bertahap, maka cenderung menyerang fisik para pria. Sementara jika terjadi mendadak, cenderung menyentuh psikis pria.

3. Laboratorium Disfungsi Ereksi

Suspect harus melakukan general check up seperti fisik, genetal, pembuluh darah, fungsi syaraf, dan ada atau tidak penyakit kronis. Penyebab lain seperti pekerjaan yang berat, jam kerja yang berlebihan juga harus sedikit demi sedikit dikurangi.

4. Diagnosa Disfungsi Ereksi

Jika dari hasil akhir laboratorium ternyata benar mengalami penurunan fungsi ereksi atau disfungsi ereksi, jangan panik atau malu. Tanyakan pada dokter apa saja yang harus dilakukan agar bisa diobati.

5. Tindakan Disfungsi Ereksi

Untuk mengobati disfungsi ereksi, dilihat dulu apa yang menjadi penyebabnya. Kalau penyebabnya fisik, maka perbaiki fisik. Demikian pula dengan psikis. Berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara yang tepat dalam mengobati disfungsi ereksi. Obat-obat erektogenik bisa digunakan jika dalam keadaan terdesak.

Posted in Pengobatan Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment