Terapi Disfungsi Ereksi

Dalam terapi disfungsi ereksi hal yang harus diperhatikan adalah semua pasien disfungsi ereksi sebaiknya berhenti merokok. Makin tua usia, makin mutlak berhenti merokok. Jika tidak berhent merokok, hasil pengobatan menjadi tidak maksimal. Paling sedikit akan teragntung pada obat barulah ereksi bisa kembali. Sebagian penderita disfungsi ereksi disebabkan oleh kombinasi penyebab misalnya hipertensi dan merokok, diabetes mellitus,   alkohol dan lain-lain. Dalam keadaan demikian, merokok mutlak harus dihentikan sehingga pengobatan lebih mudah dilakukan. Bila merokok tidak dihentikan, maka ereksi akan sulit diperbaiki sampai normal. Kalaupun bisa ereksi dengan pertolongan obat, akan sulit bebas dari obat. Artinya, kemampuan ereksi total tergantung pada obat untuk selama hidupnya. Walaupun penyebab lain sudah diperbaiki, ereksi sulit dinormalkan tanpa mengehentikan rokok.

Dari penngalaman selama ini, cukup banyak papsien tidak  mampu berhenti merokok secara total. Kadang-kadang timbul tawar menawar dari pasien berapa batang rokok maksimum yang masih bisa ditoleransi sehingga ereksi bisa normal. Ternyata pada sebagian pasien yang berusia 20-40 tahun dapat ereksi normal dengan meroko sekitar 7 batang per hari. Diaitas 50 tahun, hampir semua pasien harus berhenti total merokok. Karena ini merupakan salah satu cara dalam terapi disfungsi ereksi. Bila tidak, pasien akan tergantung pada obat untuk mendapatkan ereksi yang normal.

Demikian juga jenis rokok. Banyak pasien mengatakan hanya merokok rokok putih. Menurut pendapat sebagian orang, rokok kretek lebih berat pengaruhnya dari rokok putih. Dari hasil penelitian selama ini tidak ada beda efek antara rokok putih dan rokok kretek terhadap kesehatan. Selain itu cukup banyak pasien mengatakan cara meroko dengan tidak menghirup asa rokok, diyakini tidak member gangguan seperti merokok biasa. Perbedaan cara merokok tersebut tidak jelas seperti merokok biasa. Perbedaan cara merokok tersebut tidak jelas memberikan perbedaan terhadap ereksi. Oleh karena itu, dalam pengobatan disfungsi ereksi rokok harus dihentikan total sebagai salah satu terapi disfungsi ereksinya.

Terapi oral yang memberikan hasil optimal saat ini untuk disfungsi ereksi adalah golongan phosphodiesterase type 5 inhibitor. Sildenafil adalah PDE 5 inhibitor pertama yang digunakan untuk pengobtan disfungsi ereksi. Banyak hasil penelitian tentang pengobatan disfungsi ereksi dengan resep dokter dan dibeli dari tempat penjualan resmi memberikan hasil yang memuaskan, baik bagi pria dengan disfungsi ereksi maupun pasangannya.

Salah satu penyebab fisik utama disfungsi ereksi adalah atersoklerosis as=rteri-arteri penis. Pada aterosklerous, aliran darah ke penis berkurang dan terjadi penurunan kemampuan arteri-arteru penis untuk dilatasi waktu sewaktu perangsangan seksual yang menyebabkan terbatasnya pembengkakan.

Posted in Pengobatan Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Disfungsi Ereksi Pada Pria

Health behavior adalah perilaku untuk menjadi sehat termasuk sehat seksual. Tubuh dan jiwa manusia memerlukan perilaku atau pola hidup atau sering disebut life style tertentu untuk menjadi sehat. Tidur yang cukup dan teratur, memakan makanan yang teratur dan sesuai dengan syarat kesehatan. Sebelum kenyang berhentilah makan sebuah ungkapan bermakna. Artinya jika makan, jangan terlalu kenyang. Makanlah makanan yang tidak terlalu banyak mengandung lemak. Berat badan dijaga supaya tetap normal, tidak terlalu gemuk, dan tidak terlalu kurus. Berolahragalah secara teratur. Tidak merokok tidak minum alkohol dan seterusnya karena jika dilakukan secara berkepanjangan maka akan menyebabkan masalah disfungsi ereksi pada pria.

Sebaliknya ada orang yang gemar makan sebanyak-banyaknya. Tidak mengatur makanan yang dimakan. Badan menjadi gemuk (overweight). Ia perokok ulung sampai menghabiskan 3 bungkus sehari. Seriing menghibur diri di diskoik sambil minum alkohol dan merokok, dan mengonsumsi ecstasy dan sering setiap week end tidak tidur sampai pagi. Bahkan ada yang tidur sampai besoknya lagi. Orang dengan health behavior atau life style demikian mudah terserang penyakit termasuk disfungsi ereksi pada pria. Pada suia muda pengaruh perilaku tersebut tidak terasa benar terhadap fungsi ereksi. Kurang tidur beberapa malam, lali dibalas dengan tidur agak lama akan menimbulkan gangguan. Di kampung, orang langsung minum jamu-telur, lalu tidur yang cukup, besoknya ereksi akan kembali normal.

Pada usia lebih tua misalnya diatas 50 tahunan, perilaku yang tidak mendukung kesehatan sangat sensitive mengalami disfungsi ereksi pada pria. Merokok terlalu banyaj, minum alkohol terlalu banyak sangat mudah menyebabkan disfungsi ereksi. Berat badan yang berlebihan atau obsiitas juga cenderung mengalami disfungsi ereksi. Selanjutnya pada usia 60 tahunan, bekerja terlalu berat, tidak pernah berolahraga apalagi perokok akan sangat mudah mengalami disfungsi ereksi. Banyak orang tidak menyangkan  perilaku demikian dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Perilaku atau pola hidup demikian sudah sejak muda dan tidak mengganggu ereksi. Mereka tidak sadar bahwa pada usia lebih tua seluruh badan akan makin rentan (vulnerable) termasuk fungsi ereksi.

Pada usia muda misalnya usia 27 tahunan, merokok lebih dari 1 bungkus perhari tidak terasa akibat negatifnya dan ereksi masih normal. Bahkan mungkin 2 bungkus perhari pun ereksi masih normal. Tetapi pada usia 50 tahunan, perilaku merokok demikian sudah bisa mengakibatkan bergai penyakit, misalnya penyakit jantung koroner, hipertensi atau disfungsi ereksi.

Posted in Pengobatan Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Alami Disfungsi Ereksi

Di dalam ilmu seksologi diketahui bahwa pertumbuhan organ seks pada pria setelah selesai masa akhir balik. Pertumbuhan organ penis pria berakhir karena otot dan sel darah sudah terbentuk secara prima. Jadi secara teori sangat sulit dilakukan pembesaran, apalagi denngan cara mengurut. Di jelaskan bahwa membesarkan penis hanya bisa dilakukan waktu kecil, usia dua atau tiga tahun dengan cara menyuntikkan hormon sehingga hormon testosterone meningkatkan ukuran penis bertambah dari panjang menjadi besar. Pengbatan masalah disfungsi ereksi atau ejakulasi dini dengan paranormal masih sulit dipercaya, karena tidak rasional dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah hingga keabsahannya masih dipertanyakan. Salah satu obat alami disfungsi ereksi adalah pectilis susane.

Gejala dari penyakit disfungsi ereksi adalah :

  1. Hilang nafsu birahi
  2. Tidak dapat ereksi
  3. Mengeluarkan air mani dini
  4. Kehilangan kenikmatan waktu air  mani memancar

Salah satu obat alami disfungsi ereksi adalah pectilis susane. Bahannya adalah pectilis susane dosis 1-2 genggam (15-30 gr), cara membuatnya adalah dengan : direbus dan diminum airnya. Anggrek tanah atau pectilis susane merupakan tanaman tahunan dengan tinggi 40-120 cm. Umbinya membujuk dan berdagng. Daunnya tumnbuh bergantuan, bagian bawah terbentuk lanset dengan panjang mencapai 5cm. Bunga berwarna putih, berbau harum, 2-5 berada di ujung dengan tangkai yang panjangnya 6-15 cm. Kepala berdaun, lebar dan tegak, tumpul, lateral, dan bunga linier, bibir 3 cm panjangnya dan lebar, berada dibagian tepi, 3 cuping dengan bentuk lateral yang sangat lebar, cuping bagian tengah linier dan berdaging, panjang 2 cm. berbunga antara Mei sampai juli. Karakteristik berasa manis dan agak hangat.

Selain tanaman anggrek tanah, obat alami disfungsi ereksi adalah kayu lanang. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam akar dan buah pongporang diantaranya saponin dan polifenol, sedangkan buahnya mengandung flavonoid. Efek faramkologis dari pongporang atau kayu lanang ini adalah sebagai afrodisiak. Akar pongporang mempunyai efek farmakologis mengobati disfungsi ereksi, kulit batangnya untuk nyeri lambung, sedangkan kayunya untuk hemostatik. Pemanfaatan dari kayu lanang untuk mengobati lemah syahwat adalah akar kering, kukit batang,dan kayu pongporang dapat digunakan dengan cara cuci bersih 10 gram akar pongporang atau kayu lanang kering, lalu rendam dengan 1 gelas air panas selama 1 jam. Minum air rendaman sekaligus menjelang tidur.

Posted in Pengobatan Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Terapi Pengobatan Disfungsi Ereksi

Penanganan disfungsi ereksi tentu harus disesuaikan dengan penyebabnya. Penangannan disfungsi ereksi melibatkan keikutsertaan pasangan suami-istri. Karena gaya hidup sangat berperan, maka modifikasi gaya hidup sangat berperan dalam penatalaksanaannya. Pria yang mengalami disfungsi ereksi harap mengurangi konsumsi rokok, menghindari kegemukan, dan meningkatkan aktivitas fisik. Kadang diperlukan terapi psikoseksual untuk mengatasi penyebab psikogenik seperti kecemasan dan depresi.

disfungsi ereksi

Bila diperlukan penanganan farmakologi dan bedah, maka terdapat 3 lini terapi yang dibagi menjadi :

1. Terapi lini pertama yang meliputi obat penghambat phosopodiesterase 5 (PDE 5); farmakologi topikal; dan vacuum constriction devices (VCD). Penghambatan PDE 5 akan menyebabakn peningkatkan aliran darah arteri, relaksasi otot polos, dan ereksi penis. Sedangkan farmakologi topikal dapat digunakan pada penderita yang tidak dapat mengkonsumsi obat penghambat PDE 5. Obat topikal dioleskan pada kulit batang penis dan glans penis. Beberapa agen yang biasa digunakan adalah solusio minoksidil, nitrogliserin dan gel papaverin. Sementara penggunaan VCD bertujuan untuk memperbesar penis secara pasif yang kemudian cincin pengikat pada pangkal penis akan mempertahankan darah dalam penis. Namun penggunaan VCD ini dapat menimbulkan efek samping berupa nyeri, sulit ejakulasi, perdarahan bawah kulit (petekie) dan baal.

2. Terapi lini kedua yang terdiri dari suntikan intravernosa dan pemberian alprostadil melalui uretra. Terapi suntikan intrakarvenosa yang digunakan adalah penghambat adrenoreseptor dan prostaglandin. Prinsip kerja obat ini adalah dapat menyebabkan relakasasi otot polos pembuluh darah dan karvenosa yang dapat menyebabkan ereksi. Sementara alprostadil yang dimasukkan melalui uretra (saluran kencing di bagian penis) dikatakan oleh dr. Ponco lebiih baik dibandingkan dengan agen topikal, namun lebih buruk bila dibandingkan dengan agen intrakarvenosa. Pemberian diberikan segera setelah berkemih karena kondisi lembab sehingga meningkatkan penyerapan.

3. Terapi lini ketiga yaitu implantasi prosthesis pada penis. Tindakan ini dipertimbangkan pada kasus gagal terapi medikamentosa atau pada pasien yang menginginkan solusi permanen untuk masalah disfungsi ereksi. Terdapat 2 tipe prosthesis yaitu semirigid dan inflatable. Tindakan ini sudah banyak dilakukan di luar negeri namun di Indonesia belum ada.

Posted in Pengobatan Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria mempertahankan ereksi secara konsisten, umumnya disebabkan oleh tersumbatnya aliran darah ke penis. Oleh masyarakat awam, gangguan ini lebih dikenal dengan istilah impotensi. Sayangnya, seringkali rasa malu mengalahkan frustasi penderita. Sehingga mereka tidak segera mencari pertolongan.

Penyebab disfungsi ereksi terbagi dalam dua faktor, organik dan non organik. Organik biasanya terkait dengan kelainan dalam organ tubuh. Misalnya, kelainan pada organ penis sendiri, penyakit yang bisa merusak pembuluh darah seperti jantung, kencing manis, darah tinggi, gangguan kolesterol dan obesitas (kegemukan).Gangguan organik lain berpotensi merembetkan faktor resiko disfungsi ereksi seperti gangguan fungsi ginjal, hati dan hormonal.

Sedangkan faktor non organik atau faktor psikologis seperti stres, orang yang pernah menderita stroke, kekecewaan, hilangnya daya tarik terhadap pasangan, trauma seksual, kelelahan, merokok. Dari dua faktor ini, 80 persen kasus muncul akibat faktor organik. Namun sulit membedakan mengingat kedua faktor ini bisa saja berbaur.

Kalangan kedokteran internasional mengenal tiga cara pengobatan disfungsi ereksi:

Cara Pertama Pengobatan Disfungsi Ereksi

Cara pertama adalah melakukan penyuntikan secara entrakavernosa dan pengobatan secara inraurethra yang memasukkan gel ke dalam lubang kencing. Pasien dapat melakukan sendiri cara ini setelah dilatih oleh dokter.

Cara Kedua Pengobatan Disfungsi Ereksi

Cara kedua adalah operasi pemasangan prostesis. Tapi cara ini sudah jarang dilakukan.

Cara Ketiga Pengobatan Disfungsi Ereksi

Tahap ketiga yaitu memberi oral pada pasien. Untuk tahap ini, Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan telah mengizinkan tiga jenis obat yang beredar di Indonesia, masing-masing dikenal dengan jenis obat Sildenafil (viagra), Tadalafil (Cialis) dan Vardenafil (Levitra). Ketiga jenis obat ini merupakan obat untuk menghambat enzim Phosphodiesterase-5 (PDE-5), suatu enzim yang terdapat di organ penis dan berfungsi untuk menyelesaikan ereksi penis.

Ketiga jenis obat ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Sildenafil merupakan preparat erektogenik golongan PDE-5 yang pertama kali ditemukan. Mula kerja Sildenafil antara ½ jam – 1 jam. Sedangkan masa kerjanya berkisar 5-10 jam. Dari segi profilnya, Sildenafil tidak begitu selektif dalam menghambat PDE-5. karena, zat ini ternyata juga menghambat PDE-6, jenis enzim yang letaknya di mata. Kondisi ini menyebabkan penglihatan mata menjadi biru (blue vision). Obat ini juga tidak bisa diminum berbarengan dengan makanan karena absorsi (penyerapannya) akan terganggu jika lambung dalam kondisi penuh.

Vandenafil, lebih selektif dalam menghambat PDE-5 mengingat dosisnya tergolong kecil yaitu antara 10mg-20mg. Mula kerjanya lebih cepat, 10 menit – 1jam, dengan masa kerja 5-10 jam. Keunggulan Vandenafil adalah absorsinya tidak dipengaruhi oleh makanan. Jadi jika Anda ingin melakukan hubungan intim dengan istri setelah candle light dinner, boleh-boleh saja. Kelemahannya, akan terjadi vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah di hidung sehingga menyebabkan hidung tersumbat). Biasanya minum pertama akan menyebabkan pening.

Sedangka Tadalafil, masa kerjanya jauh lebih panjang yaitu 36 jam. Mula kerjanya sekitar 1 jam dan tidak dipengaruhi oleh makanan sehingga absorsinya tidak terganggu. Kekurangannya, obat ini juga menghambat PDE-11 enzim yang letaknya di pinggang sehingga jika mengkonsumsi ini, si pria akan mengalami rasa sakit di pinggang.

Posted in Pengobatan Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Pemeriksaan Disfungsi Ereksi

Dalam menangai setiap pasien yang terkena Disfungsi Ereksi, ada beberapa langkah yang biasanya dilakukan Dokter untuk menyelidiki dan menentukan pasien tersebut terkena Disfungsi Ereksi atau tidak, dan seberapa parah tingkat Disfungsi Ereksi yang dialaminya. Apakah Disfungsi Ereksi Ringan, Disfungsi Ereksi Menengah dan Disfungsi Ereksi Berat.

Langkah-langkah yang dilakukan Dokter Dalam Mengidentifikasi Disfungsi Ereksi pada pria atau pemeriksaan Disfungsi Ereksi adalah sebagai berikut:

1. Investigasi Disfungsi Ereksi

Ada tiga penyebab disfungsi ereksi. Pertama, psikis. Ini banyak terjadi pada usia muda yaitu di bawah 40 tahun. Disebabkan oleh stres, masalah pekerjaan, hubungan dengan pasangan sering cekcok, kelainan pada pasangan dan sebagainya.

Kedua adalah fisik. Banyak menimpa pada usia tua atau di atas 40 tahun. Ini mengingat pada usia tersebut biasanya sebagian besar kaum pria sudah mulai mengalami gangguan penyakit seperti lever, diabetes, kolesterol, ginjal, dan sebagainya. Gangguan penyakit tersebut sering muncul pada usia di atas 40 tahun karena pada usia muda, gejala tersebut jarang muncul. Waspadai jika Anda sering pusing, banyak minum, tubuh lemas atau mengantuk.

Ketiga yaitu kombinasi psikis dan fisik. Ini dialami oleh semua kaum pria dari berbagai usia.

2.Interview Disfungsi Ereksi

Interview lengkap melalui sejarah dan kondisi. Di masa modern sekarang, banyak wanita yang karirnya lebih baik dari suami, lebih sukses, lebih pintar memecahkan masalah/persoalan sehingga menyebabkan istri menyepelekan suami. Atau karena pekerjaan yang berat, pola hidup yang tidak sehat seperti merokok atau sering keluar malam.

Jika disfungsi ereksi terjadi secara bertahap, maka cenderung menyerang fisik para pria. Sementara jika terjadi mendadak, cenderung menyentuh psikis pria.

3. Laboratorium Disfungsi Ereksi

Suspect harus melakukan general check up seperti fisik, genetal, pembuluh darah, fungsi syaraf, dan ada atau tidak penyakit kronis. Penyebab lain seperti pekerjaan yang berat, jam kerja yang berlebihan juga harus sedikit demi sedikit dikurangi.

4. Diagnosa Disfungsi Ereksi

Jika dari hasil akhir laboratorium ternyata benar mengalami penurunan fungsi ereksi atau disfungsi ereksi, jangan panik atau malu. Tanyakan pada dokter apa saja yang harus dilakukan agar bisa diobati.

5. Tindakan Disfungsi Ereksi

Untuk mengobati disfungsi ereksi, dilihat dulu apa yang menjadi penyebabnya. Kalau penyebabnya fisik, maka perbaiki fisik. Demikian pula dengan psikis. Berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara yang tepat dalam mengobati disfungsi ereksi. Obat-obat erektogenik bisa digunakan jika dalam keadaan terdesak.

Posted in Pengobatan Disfungsi Ereksi | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment